Resume Artikel Ilmiah “Types of Floral Motifs and Patterns of Malay Woodcarving in Kelantan and Terengganu”
Artikel ilmiah berjudul "Types of Floral Motifs and Patterns of Malay Woodcarving in Kelantan and Terengganu" ini membahas tentang motif-motif floral dan pola ukiran kayu tradisional Melayu di wilayah Kelantan dan Terengganu, Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai motif ukiran yang ditemukan pada komponen arsitektur tradisional dari periode 1840-an hingga 2000-an, serta memahami transformasi dan pengaruh motif tersebut dalam konteks sosial dan budaya Melayu.
Penelitian ini mencakup analisis terhadap 32 komponen ukiran yang berasal dari berbagai bangunan seperti istana, masjid, rumah, dan bangunan institusional di Kelantan dan Terengganu. Motif yang dianalisis termasuk elemen-elemen desain floral seperti jenis bunga, daun, pola komposisi, prinsip desain, dan bentuk ukiran. Hasil studi ini menunjukkan bahwa motif dan pola ukiran dipengaruhi oleh fungsi, lingkungan, serta aspek sosial budaya masyarakat Melayu.
Motif floral dalam ukiran kayu Melayu dibagi menjadi tiga kategori utama: Kelopak Dewa, Kelopak Maya, dan Kelopak Hidup. Kelopak Dewa adalah motif yang terinspirasi dari kebudayaan Hindu-Buddha yang kemudian mengalami transformasi seiring masuknya Islam ke wilayah ini pada abad ke-16. Motif ini kemudian berkembang menjadi Kelopak Maya dan Kelopak Hidup, yang menggambarkan perpaduan antara elemen alam dan non-floral. Kelopak Hidup, yang diperkenalkan sekitar abad ke-18, terdiri dari sekitar 70% elemen alami dan 30% elemen non-floral.
Penelitian ini juga mengidentifikasi atribut desain utama yang mencirikan pola-pola ukiran kayu tradisional Melayu, seperti elemen floral, karakter desain yang berliku, pola komposisi, dan prinsip desain. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya peran perajin dalam menjaga keunikan dan kualitas motif ukiran, yang sering kali terinspirasi oleh alam dan kepercayaan religius. Dengan urbanisasi yang semakin meningkat di Malaysia, penggunaan ukiran kayu tradisional dalam arsitektur modern mulai berkurang, sehingga penting untuk melestarikan seni ukiran kayu ini sebagai bagian dari warisan budaya Melayu.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pengumpulan data gambar dari 32 motif ukiran yang kemudian dianalisis menggunakan analisis pola visual. Data tersebut dikombinasikan dengan wawancara terbuka dan analisis literatur untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi desain ukiran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motif-motif floral dalam ukiran kayu Melayu telah mengalami transformasi yang mencerminkan perubahan sosial, budaya, dan religius di masyarakat Melayu selama beberapa abad.
Artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya motif floral dalam seni ukiran kayu Melayu dan bagaimana motif-motif tersebut telah beradaptasi dan bertahan melalui berbagai pengaruh budaya dan religius, menjadikannya bagian integral dari identitas budaya Melayu.
Komentar
Posting Komentar